Kasus Dugaan KDRT Karen Pooroe Membuat Arya Claproth Dituntut 2 Bulan Penjara

Kasus Dugaan KDRT Karen Pooroe Membuat Arya Claproth Dituntut 2 Bulan Penjara : Perjuangan pernikahan Arya Claproth dan Karen Pooroe berlanjut hingga hari ini. Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga oleh Arya Claproth masih berlangsung di pengadilan.

Sidang yang berlangsung di Bandung itu berujung pada tuntutan terhadap Arya Claproth. Mantan suami Karen Pooroe itu divonis dua bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar pada 13 Juli 2021.

Dalam gugatan tersebut, Arya Claproth diduga melakukan kekerasan fisik terhadap Karen Pooroe selama perkelahian. Hal itu diungkapkan Andreas Nahot Silitonga selaku kuasa hukum Arya Claproth saat ditemui belum lama ini di kawasan Pancoran Timur Jakarta Selatan.

"Yang dituntut JPU terkait dengan kekerasan fisik yang diduga dilakukan Arya terhadap Karen. Di sana, Arya dituntut di penjara selama dua bulan," kata Andreas Nahot.

Merasa tidak adil bahwa tuduhan terhadap Arya Claproth dianggap tidak terbukti, pihaknya pun mengajukan nota pembelaan dalam persidangan yang berlangsung kemarin.

Dalam nota pembelaan, Andreas Nahot menegaskan banyak fakta baru yang terungkap.

Kelompok Arya Claproth masih bersikeras mengklaim bahwa klien mereka mengambil tindakan pencegahan terhadap bunuh diri Karen Pooroe. Tindakan preventif inilah yang disebut dengan kekerasan dalam rumah tangga dan dikecam oleh Karen Pooroe.

"Dalam kasus ini, banyak fakta terkait upaya Karen telah terungkap, baik dalam kematian maupun terkait dengan bunuh diri sebelumnya. Pembelaan kami pada dasarnya adalah untuk memperjelas bahwa apa yang dilakukan Arya adalah tindakan kekerasan dalam rumah tangga tetapi upaya untuk mencegah bunuh diri untuk Karen,” jelas Andreas Nahot.

Selanjutnya, beberapa pasal yang didakwakan oleh Jaksa dalam isi dakwaan ditemukan tidak berdasar atau tidak mencantumkan hasil otopsi Karen Pooroe. Hal ini sangat penting bagi Arya Claproth agar pernyataan tersebut jelas sesuai dengan pasal.

“Yang terpenting dan menjadi sorotan adalah tidak adanya otopsi terhadap pasal yang digunakan jaksa,” kata Andreas Nahot.

Sementara itu, hasil putusan dalam sidang kasus ini akan diumumkan pada 29 Juli 2021.

“Agenda ke-29 selanjutnya adalah penetapan,” jelas Andreas Nahot.

Sebagai informasi tambahan, Karen Pooroe melaporkan kasus dugaan KDRT ini ke Polres Bandung. Selanjutnya, Arya Claproth ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga pada 11 Maret 2020.

Dalam penetapan sebagai tersangka, Arya Claproth dijerat pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT. Ancaman hukumannya empat bulan penjara.

Tags: #Artis #Karen Pooroe #Trending

Leave a reply "Kasus Dugaan KDRT Karen Pooroe Membuat Arya Claproth Dituntut 2 Bulan Penjara"

Author: 
    author